Perjuangan yang ada hingga hari ini terus berlanjut, untuk menaklukkan ancaman dan tantangan yang nyata-nyata berada di hadapan, seperti pemanasan global yang memicu berbagai bencana alam, serta kelangkaan pangan, energi dan air bersih, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, termasuk pandemi Covid–19 serta kelangkaan sumber daya, harus senantiasa diperjuangkan secara bersama dengan kesungguhan.
Dengan bergerak bersama dan maju bersama dengan tekad untuk menang yang menjadi salah satu dari semua modal dasar untuk menjadi bangsa pemenang, semua diajak untuk meneruskan pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, melakukan pengembangan sumber pangan berbasiskan potensi dan kearifan lokal, sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pangan dan memperkuat keragaman pangan. Mengelola sumber daya air secara bijak untuk menjamin keamanan dan ketahanan sumber daya air yang diharapkan dapat menopang keberlangsungan hidup dan kehidupan generasi kini dan generasi mendatang dengan lebih baik lagi.
“Tidak mudah memang tapi pasti bisa. Karena para pahlawan kita telah memberikan teladannya, kita bukan bangsa pecundang, kita tidak akan pernah rela untuk bersimpuh dan menyerah kalah. Sebesar apapun ancaman dan tantangan akan kita hadapi, dengan tangan mengepal dan dada menggelora. Masyarakat di mana pun berada menyuarakan gairah untuk berantas kebodohan dan perangi kemiskinan dalam arti yang luas. Mulai dari meningkatkan pengetahuan, melatih keterampilan, sampai dengan budidaya dan pengelolaan hasil bumi. Inilah tantangan yang sesungguhnya bagi para pejuang muda untuk mengelola kekayaan alam Indonesia yang luar biasa bagi kejayaan bangsa dan negara tercinta,” kata Bima Arya.








