Bima Arya Dampingi Mendag Cek Harga Pangan, Zulhas : Mayoritas Harga Stabil, Kedelai Naik

“Dikasih terus (operasi pasar), harganya dari bulog Rp 8.300, dijual boleh sampai Rp9.450 (ketersediaannya) dimana-mana ada barangnya, memang masih agak tinggi beras premium, tapi Januari nanti setelah diguyur oleh Bulog akan makin stabil,” katanya.

Saat mengecek ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga, Mendag juga mentraktir emak-emak yang sedang berbelanja dengan memborong beras, minyak goreng, daging sapi, tahu dan tempe, daging ayam, cabai dan bawang.

Saat mengecek harga dan ketersediaan bahan pangan di Kota Bogor ini, Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan permohonan maaf karena impor kedelai yang dijadwalkan Desember ini baru bisa dilaksanakan pada Januari.

Saat ini kata Zulkifli harga kedelai memang mengalami kenaikan berada di kisaran Rp 13 Ribu sampai Rp 15 Ribu.
Namun harga itu akan turun setelah dilakukan impor pada Januari mendatang.

Baca Juga  Rapat Paripurna, Bima Arya Sampaikan Jawaban Pandangan Umum Fraksi

“Kedelai (di negara asal) sudah turun, kira-kira kalau dirupiahkan harganya Rp 8.000. Jadi kalau bulog impor harganya bisa Rp 10.500. Mudah-mudahan Januari bisa sampai sini,” katanya.

Terkait impor kedelai kata Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Mendag Zulkifli Hasan sudah memerintahkan Bulog melakukan persiapan impor mulai dari bulan November 2022.

“Tapi memang ada sedikit challenge sehingga kemungkinan akan datang di Januari. Saya izin melaporkan privat ini mulai masuk dalam minggu ini akan masuk 40 ribu ton dengan harga baru. Jadi dari negara asal harganya sudah turun, karena panen. Sehingga kita harapkan harganya bisa turun sampai ke Rp 12 ribu kemudian ke Rp 11 Ribu,” ujarnya. (*)

Pos terkait