“Selama ini Kementerian Kesehatan sudah memiliki penambahan makanan tambahan berupa biskusit, tetapi ternyata ini juga tidak efektif. Kita tentu tidak bisa menyalahkan, ternyata makanan tambahannya ada di pos jaga atau makana tambahannya menjadi suguhan. Ini tidak sesuai dengan sasaran. Untuk itu, kami berterima kasih sekali kepada babinsa yang sudah menggerakkan pelayanan KB maupun bersama-sama melakukan identifikasi keluarga berisiko stunting untuk kemudian bersama-sama melakukan penggerakkan,” papar Eni.(*)
Deputi Bidang KBKR BKKBN Eni Gustina : TNI Mitra Strategis Percepatan Penurunan Stunting








