Dalam paparannya, Rusman Taufik menyampaikan pergerakan dinamis data keluarga beresiko stunting antara PK 21 dengan hasil verval KRS 2022. “Secara umum adalah penurunan jumlah keluarga beresiko stunting antara hasil PK 21 dengan verval KRS 2022,” ujarnya.
Perbedaan data ini sesuatu yang lumrah karena kondisi masyarakat bersifat dinamis dan berubah. “Jika tahun 2021 ada keluarga yang masih punya balita, mungkin saat ini anaknya sudah bukan balita lagi,” tukasnya.








