“Mengapa kita memperkuat resiliensi, terus bertransformasi dan mendorong sustainability, karena ingin bahwa IPB University pada tahun 2023-2028 memiliki visi yang menjadi turunan dari visi jangka panjang kita untuk menjadi perguruan tinggi inovatif dan resilien untuk kemajuan bangsa berkelanjutan dalam membangun techno-socio entrepreneurial university yang unggul di tingkat global pada bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika,” ujarnya.
IPB University memiliki kelebihan dalam riset dan inovasi, sehingga kata rektor, dengan ditambah keberadaan dengan entrepreneurship maka akan menjadi pelengkap dengan menggabungkan technopreneur dan sociopreneur.
“Jika kita memang punya tujuan dalam konteks bisnis itulah technopreneur university, jika kita memang punya tujuan dalam sosial namanya sociopreneur University dan IPB memilih dua-duanya bahwa bisnis dan sosial harus bersanding techno-socio entrepreneurial university,” paparnya.
Ia melanjutkan bahwa technopreneur merupakan seorang wirausahawan yang mampu mendayagunakan inovasi untuk mendorong kekuatan industri dan pertumbuhan bisnis.
“Sementara sociopreneur, seorang wirausahawan yang mampu mendayagunakan inovasi untuk mentransformasi masyarakat dan dua-duanya penting,” katanya. (*)








