“Sejatinya kerukunan adalah prasyarat pembangunan dan pembangunan membutuhkan stabilitas. Stabilitas hanya dapat terwujud jika masyarakat rukun dan damai, penggunaan politik identitas jelang pemilu harus harus diantisipasi dan di mitigasi agar kerukunan umat tidak ternodai. Belajar dari apa yang pernah terjadi pada pesta demokrasi sebelumnya, masyarakat sangat terbelah yang hingga saat ini masih sangat dirasakan, utamanya di media sosial,” katanya.
Untuk itu, keluarga besar Kemenag bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai agar perjalanan dan tahapan pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya.
Semangat merawat kerukunan umat harus digelorakan oleh seluruh ASN Kementerian Agama dan Kementerian Agama harus jadi simpul kerukunan dan persaudaraan.
“Dan mari kita yakini, kerukunan umat akan betul-betul menghantarkan kita pada Indonesia yang hebat, mari kita tingkatkan soliditas organisasi. Kita semua harus berada dalam barisan yang solid, kokok dan terorganisir demi kepentingan agama yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan umat,” kata Bima Arya.
Upacara peringatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada ASN Kemenag Kota Bogor dan pelajar Mts/MA Kota Bogor berprestasi oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah dan Kepala Kemenag Kota Bogor, Dede Supriatna. (*)








