“Yang jadi masalah, Bima Arya ini pejabat publik. Kalau misal saya yang seorang akademisi atau pengamat ngomong itu tak akan jadi masalah,” sambung David.
Dia menilai bahwa yang dilakukan oleh Bima Arya ini tidak elok dilakukan, sebab mencederai etika politik. Dari sisi pandangannya, hal tersebut justru merusak acara BSF-CGM yang merupakan ajang budaya warga Kota Bogor.
“Tidak elok dan tidak etis apa yang disampaikan Bima Arya sebagai wali kota Bogor mengendorse wakilnya sebagai calon penerusnya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, apa yang dikatakan Bima Arya dinilai terlalu cepat, karena melihat masih terlalu dini untuk mengujarkan hal tersebut kepada khalayak ramai.
“Endorse atau ajakan itu ya bukan bumbu lagi, karena itu sudah jelas. Dimana Bima menggunakan momentum itu untuk mempersuasi orang. Persoalan itu membentur aturan atau tidak, karena kampanye belum dimulai. Jadi yang disebut pelanggaran kampanye itu saat sudah masuk kampanye. Tapi, ini (kampanye) belum dimulai. Jadi lebih cocok disebut melanggar etika politik,” katanya. (*)








