Bupati Malang Gencar Lakukan Inovasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal, Produk Diekspor ke Mancanegara

Bupati Malang
Bupati Malang M. Sanusi (tengah) diapit Tim Juri AK PWI Pusat: Agus Dermawan T, Yusuf Susilo Hartono, Nungki Kusumastuti, Atal S. Depari, dan Ninok Leksono, serta beberapa contoh hasil bumi dan produk unggulan.(Foto: Malik)

Dengan mengandalkan kearifan lokal dan berbasis informasi, Bupati Sanusi mendorong penduduknya untuk membangun perikanan, yakni beternak lele, nila, serta menangkap tuna.

Menggunakan kekuatan bahasa, Sanusi menciptakan sejumlah istilah menarik untuk mengembangkan usaha perikanan sehingga langsung mudah dicerna oleh masyarakat.

Ada istilah dan program “Dini Siswa Malang” yang tak lain singkatan dari “Budidaya Nila Sistem Kawasan di Kabupaten Malang” di Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, dan Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari. Program ini mendapat dukungan penuh dari BUMDES.

Istilah dan program lain yang juga tidak kalah seksi adalah “Kolega” untuk membangun kawasan budidaya lele. “Kolega” tidak lain adalah “Kolam Lele Keluarga”. Istilah dan program tersebut sangat mudah dipahami masyarakat.

Baca Juga  16 Anggota Baru PWI Kota Bogor Tandatangani Pakta Integritas

Masih berkaitan dengan program perikanan, Bupati Sanusi menciptakan istilah dan program “Kalaju”. Ini singkatan dari “Kampung Nelayan Maju” di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Produk unggulan dari “Kalaju” adalah ikan tuna yang telah dipasarkan untuk industri pengolahan ikan di Bali, Surabaya, dan Jakarta serta untuk ekspor.

Tidak hanya produksi ikan yang digenjot, budaya maritimnya juga dilestarikan dan dikembangkan. Nelayan di Kabupaten Malang memiliki tradisi “Petik Laut”, khususnya masyarakat pesisir yang tinggal di wilayah pantai Sendang Biru.

“Tradisi Petik Laut adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas sumber daya ikan yang diberikan. Tradisi ini dilaksanakan pada tanggal 27 September setiap tahun. Petik Laut juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan kelestarian ekosistem laut,” katanya. (*)

Pos terkait