“Ini adalah modal menuju peradaban yang kita idam-idamkan, urusan stunting menjadi PR banget untuk kita, pendidikan juga sama. Jadi modal kita itu besar, namun PR kita juga banyak. Teruslah belajar membangun kolaborasi dan belajar membuka diri, tidak jumud atau picik, jangan seperti katak dalam tempurung. Berpikirlah jauh ke depan dan panjang, hindari pola-pola jangka pendek, utamakan adab ketimbang ilmu. Perbanyak silaturahmi ketimbang semangat untuk saling berkompetisi, berlomba-lomba dalam kebaikan itu keren, tetapi framenya bukan untuk posisi apalagi untuk materi. Politik itu bukan tujuan namun baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur adalah tujuan sesungguhnya,” papar Bima Arya kepada para peserta LK II.
Selanjutnya Bima Arya menyampaikan catatan bagi generasi saat ini yang dijuluki sebagai generasi strawberry.
Menurutnya generasi strawberry itu canggih jika dilihat dari luar, namun jika ‘ditoyor’ atau terkena goncangan akan hancur karena terlalu lembut.








