Upaya inovasi selanjutnya, yakni pemetaan yang masif. Dari keseluruhan total kasus stunting di Kota Bogor yang mencapai 2.500 kasus, harus tepat by name by address. Agar setiap bantuan yang ada, ataupun langkah yang diambil bisa sesuai sasaran.
“Setelah Boxies, nanti dikombinasikan dengan Rantang Cinta yang melibatkan langsung pelaku bisnis kuliner. Kan mereka banyak, misalnya di Kelurahan Tajur ada banyak restoran padang. Satu hari satu rantang aja, atau satu hari tiga rantang, besoknya ganti restoran lagi, itu kan lumayan membantu,” kata Dedi yang juga Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kota Bogor.
Di tempat yang sama, Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim memberikan apresiasi serupa kepada Boxies 123 Mal atas kepedulian dan perhatian yang sangat tinggi untuk turut serta dalam program pencegahan stunting di Kota Bogor.
Menurut Yantie, masalah pencegahan anak stunting di Kota Bogor harus ditangani dengan serius. Salah satu caranya yaitu dengan mengedukasi orang tua dan calon orang tua mengenai pentingnya makanan bergizi untuk anak-anak mereka. Sehingga nantinya perlu dilakukan rembuk stunting.








