DP3A Kota Bogor Gembleng 150 Siswa Agar Bijak Menggunakan Media Sosial

DP3A

“Keempat, permainan dan tontonan. Kita main dan nonton apa berpengaruh pada pola pikir,” jelasnya.

Ia menambahkan, faktor kelima yakni hiburan dan rekreasi. Sesekali mencari hiburan di media sosial boleh tapi kalau hidup hanya berkutat pada media sosial maka hidup akan selesai. Pasalnya, hiburan dan rekreasi ini bisa masuk ke dalam alam bawah sadar. Terbukti, anak-anak muda saat ini banyak yang berpikir untuk childfree dan tidak mau menikah.

“Jepang negara hebat, modern dan canggih, tapi terancam punah karena malas menikah. Hiburan dan rekreasi kita menentukan keyakinan kita. Jadi hati-hati memilih hiburan dan rekreasi. Dan keenam faktor eksplorasi. Sejauh mana orangtua bisa membuat anak-anak terus memiliki sikap untuk memecahkan dan mengatasi masalah sendiri, kalau tidak nanti anak akan bergantung kepada orangtua,” katanya.

Baca Juga  Peran Strategis DWP Dalam Mendukung Program Pemerintah

Pos terkait