Bima Arya melanjutkan dirinya memilih tempat pelantikan di jembatan Otista bukan untuk menutup rezeki warga, untuk itu ia meminta agar dagangan para pedagang diborong.
“Saya memilih di sini untuk memberikan pesan kepada semua bahwa tahun ini kita harus bersama-sama menjalankan satu kegiatan yang maha berat, ini ujian bagi kita semua, bukan hanya untuk dinas PUPR tapi untuk semua, dimohon kerjasamanya. Saya mempercayakan jabatan ini kepada semua tentu ada pertimbangannya,” tegasnya.
Kepada dua pejabat yang baru saja dilantik setelah melalui proses open Bidding yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rena Da Frina yang semula Sekretaris Dinas PUPR dan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan atau Diarpus Kota Bogor Rudiyana yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Prokompim, Bima Arya menitipkan dua pesan.
Untuk Kadis PUPR, Rena Da Frina, Bima Arya meminta agar bisa mengawasi semua kegiatan sehingga perencanaan dan pelaksana serta pengawasan dilakukan secara maksimal agar uang rakyat kembali ke rakyat dan bisa dinikmati oleh rakyat.
“Saya minta ibu kadis banyak waktu untuk turun ke bawah, untuk memeriksa jengkal pengerjaan. Saya minta ibu kadis memotivasi seluruh jajaran untuk memperbaiki perencanaan sehingga tidak ada tahapan-tahapan yang tertunda. Saya minta ibu kadis untuk berkomunikasi dengan Forkompinda, kepolisian, TNI, kejaksaan dengan pengadilan, agar semua paham bahwa kita semua bekerja semaksimal mungkin agar kegiatan ini dirasakan manfaatnya untuk rakyat,” katanya.








