“Dengan masuk dalam pilot project akan sangat membantu kita dalam pengawasannya, karena komitmen apapun tanpa implementasinya yang terus menerus. Komitmen yang sudah baik, dalam pelaksanaan bukan berarti tanpa persoalan, kendala yang ada dibutuhkan upaya yang konsisten dan update. Sistem pengawasan harus ketat, tidak cukup hanya aplikasi dan evaluasi. Tidak menutup kemungkinan dashboard e-monev KTR kita integrasikan dengan Si Badra,” kata Syarifah.
Syarifah meminta kelemahan yang ada menjadi bahan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan ke depan, baik sistem maupun implementasinya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Kerja Penyakit Paru Kronis dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan, Benget Saragih Turnip dan Ridwan Fauzi dari WHO Indonesia.








