Ketua POPTI Bogor dr. Djoko Setionegoro menjelaskan bahwa anak thalasemia ini ada kebutuhan khusus untuk transfusi setiap hari. “Thalasemia ini sangat menyentuh hati karena ada gangguan tumbuh kembang karena HB-nya selalu rendah,” ujar Djoko.
“Tapi Insya Allah mereka punya tekad hidup yang sama dengan anak-anak normal. Jadi kita harus mengetahui mimpi mereka supaya punya support hidup. Kita patut untuk bersimpati ke mereka bahwa mereka bisa hidup layaknya yang normal,” tambahnya.
Duta Thalasemia Bogor Yane Ardian mengaku sangat berbahagia atas kolaborasi ini dalam mewujudkan mimpi anak-anak thalasemia di Kota Bogor.
“Ke depan, akan ada upaya-upaya konkret agar mata rantai thalasemia bisa diputus. Kami akan roadshow ke sekolah agar awareness masyarakat bisa terbangun,” pungkasnya. (*)








