Aplikasi POS yang dibuat oleh Reka Bogor ini memiliki fungsinya untuk mencatat keuangan secara digital dan mencatat setiap transaksi yang dilakukan.
“Tentunya ini sangat penting banget untuk UMKM yang ingin naik kelas. Sehingga ketika pelaku Ekraf ini membutuhkan permodalan melalui pinjaman untuk meningkatkan produksi, maka aplikasi ini bisa digunakan untuk merekam keuangan yang nantinya menjadi syarat untuk mengajukan pinjaman,” ujarnya.
Georgian menyebut kegiatan ini pertama di Indonesia dimana para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan gratis dan tablet serta aplikasi gratis.
Dari data Dinkukmdagin di Kota Bogor ada sekitar 40.000 pelaku UMKM yang setengah dari jumlah tersebut bergerak di bidang kuliner. Dukungan pemerintah dalam pembinaan Ekraf dan UMKM lanjutnya sangat membantu.
“Saat ini dinas juga sedang membuat rencana induk ekonomi kreatif sehingga kita punya masterplan ekraf untuk 25 tahun ke depan,” ujarnya. (*)








