Selain berkumpul bersama pengunjung Alun-alun, Bima Arya juga mengecek berbagai fasilitas di Alun-alun Kota Bogor, seperti fasilitas tempat duduk, tempat menunggu, toilet, tempat sampah dan sebagainya.
Bima Arya juga sempat berbincang dengan para pedagang kaki lima yang berjualan di seberang Alun-alun. Di sana ada beberapa pedagang yang sudah berjualan belasan tahun, bahkan hingga puluhan tahun di Jalan Dewi Sartika.
“Insya Allah ini akan kita tata ya, nanti kita tata sentra kulinernya di sana. Jadi bisa berjualan rapi dan bersih. Tapi harus juga dijaga kerapiannya,” katanya.
Selain sebagai tempat berkumpul bersama keluarga, sahabat, teman dan kerabat, untuk bermain anak-anak, tempat olahraga dan wisata, Alun-alun Kota Bogor juga dimanfaatkan oleh dua pemuda yang menggelar pojok membaca sebagai fasilitas baca buku gratis. Keberadaan dua anak muda ini pun menarik perhatian Bima Arya yang kemudian Bima Arya pun menyumbangkan buku miliknya. Dua orang pemuda asal Sulawesi Tenggara Zulfikar (23) dan Aswad (22), mahasiswa yang memiliki ide kreatif untuk membangun kembali kesadaran membaca masyarakat.








