Selain itu, peningkatan gedung poliklinik dan dilaunchingnya BJB Hope dan e-Blud RSUD Kota Bogor diharapkan bisa memberikan sentuhan-sentuhan untuk pelayanan yang lebih manusiawi.
Ia mengingatkan secanggih apapun gedung yang akan dibangun, mewah, bersih dan sebagainya, tetap harus mengutamakan pelayanan yang baik bagi warga yang berobat. Jangan ada pelayanan yang kurang baik ke warga, terutama saat menyambut kedatangan pasien.
“Digitalisasi penting, adaptasi itu keniscayaan tapi ujung-ujungnya personal touch, faktor manusia, someah hade ka semah (berbuat baik, ramah dan sopan) it’s everything (segalanya). Mau secanggih apapun, gedung megah, bersih, mewah, semuanya gampang bayar. Tapi disambut dengan jutek, disambut dengan ketus, tidak ada artinya semua. Jadi ini sangat berbeda dengan yang lain. Warga ke sini mempertaruhkan hidupnya, mempertaruhkan segalanya. Ini selalu saya tidak pernah bosan ingatkan itu,” tegasnya.
Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir menyampaikan bahwa pembangunan poliklinik ini bagian dari tindakan kuratif yang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pemerintah pusat.








