Tandamata Untuk Super Hero, Ajak Anak Thalasemia Me Time di Kebun Raya

Thalasemia

“Jadi kita harus tahu setiap orang punya potensi Thalasemia. Sehingga harus ada screening kalau pasangan mau menikah, harus screening tidak boleh ketemu pasangan sesama thalasemia, karena keturunannya bisa juga potensi thalasemia,” ujarnya.

Selanjutnya kata Bima Arya, pihaknya juga bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan rumah sakit menggencarkan dan mendorong dilakukannya screening kepada para pasangan yang akan menikah dan terus menggencarkan edukasi.

Duta Thalasemia Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, kebahagiaan didapat bukan karena bisa memiliki semuanya, namun bagaimana bisa membahagiakan orang lain.

“Kita belajar dari TUS, bagaimana TUS  membahagiakan semua. Karena hidup seperti cermin apa yang kita lakukan itu yang juga akan kita dapatkan. Ketika kita memberikan kebahagiaan, kebaikan kepada orang lain itu pula yang kita raih,” katanya.

Baca Juga  Dadi Ahmad Rosadi Nahkodai IKASMANTIKA 2025-2030, Dari Nostalgia Jadi Kolaborasi

Pada kesempatan itu Yane juga mengajak anak-anak, para orang tua untuk terus semangat melakukan transfusi dan mengakses pengobatan.

Sebagai duta Thalasemia, Yane memiliki peran untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi dan kegiatan lainnya untuk terus memotivasi penderita Thalasemia dan mengedukasi masyarakat untuk memutus rantai.

Pos terkait