“Ke depan akan kita kumpulkan mereka dan kita berikan inovasi kepada mereka. Kita tidak menerima berupa uang, namun natura berupa telur. Jadi sampai Desember Insya Allah kita aman,” kata Anas lagi.
Anas menjelaskan, dari hasil audit tahun ini, ada beberapa poin yang menjadi catatan. Seperti ibu hamil yang tidak mendapat pendampingan gizi, tidak mendapatkan bantuan tunai dan bantuan sosial pangan.
“Ada juga baduta (anak usia di bawah dua tahun) yang memiliki faktor – faktor pengaruh, seperti terpapar asap rokok, anak yang susah makan, tidak mendapat ASI eksklusif dan kurang protein,” kata Anas. (*)








