Maskot Kota Bogor teranyar Rubo (Rusa Bogor) ini diciptakan melalui riset dan sayembara.
Hal itu juga yang kemudian disukai generasi saat ini yang menginginkan cerita atau narasi untuk sesuatu yang akan dikonsumsi atau digunakan.
Itu juga sejalan dengan kehadiran Rumah Teh Indonesia pertama di Kota Bogor yang memiliki edukasi informasi dan inovasi teh dari hulu ke hilir.
“Edukasi yang gak ada di semua tempat. Ini ada di Rumah Teh Indonesia, edukasi tentang teh, galeri edukasi dan inovasi ada di sini,” jelasnya.
Ke depan lanjut Bima Arya, Rumah Teh Indonesia ini bisa dikoneksikan dengan tourism Kota Bogor yang digarap dengan apik.
Ketua Umum Dewan Teh Indonesia (DTI) Rachmad Gunadi, mengatakan Rumah Teh Indonesia menjadi penanda dari upaya-upaya yang dilakukan para pecinta, pejuang teh Indonesia untuk kembali membangkitkan industri teh Indonesia.
“Karena anak-anak milenial saat ini dan Gen Z tidak lagi minum teh dengan cara dan jenis yang kita minum dulu. Makanya ini kita beri kesempatan untuk membangun sendiri referensinya, membangun sendiri pasarnya dan produknya,” katanya.
Sehingga lanjutnya momentum ini ditandai sebagai kebangkitan milenial dalam mewarnai industri teh Indonesia.








