“Kami dari Pemkot berharap ke 30 ini dan juga Moka sebelumnya karena ada paguyubannya, kita berharap ini jadi agent of change, menjadi duta-duta Kota Bogor. Karena tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri. Tidak mungkin kita para orangtua tidak ada regenerasi untuk selanjutnya mempromosikan Kota Bogor, maka ini adalah agent of changenya Kota Bogor,” jelasnya.
Kemajuan suatu bangsa, suatu negara atau daerah saat ini tidak hanya dilihat dari cadangan sumber daya alamnya, tapi juga bagaimana suatu negara wilayah memiliki identitas dan pengembangan pariwisatanya.
Seperti halnya Kota Bogor, saat ini sebagian besar penghasilan Kota Bogor dihasilkan dari perdagangan dan jasa yang didalamnya termasuk pariwisata.
“Karena dengan pariwisata bisa mengembangkan semuanya. Daerah yang mengunggulkan wisata daerah itu tidak boleh kotor, tidak boleh banyak sampah karena itu akan ada propaganda negatif. Tidak boleh ada macet, tidak boleh ada pencemaran lingkungan. Jadi yang disampaikan finalis moka ini adalah pemikiran-pemikiran ke depan sebagai agent of change,” katanya.








