Peringati Hari Tani Ke 63, Puluhan Aliansi BEM Se Kota Bogor Gelar Aksi Di Depan Istana Kota Bogor

BEM

Ia menambahan, permasalahannya adalah dalam penggunaan pupuk non organik, petani merasa jauh lebih mudah karena hanya membutuhkan tenaga dan energi yang jauh lebih sedikit dibanding jika memupuk sendiri dengan mengolah kompos sendiri. Sebuah rancangan proyek besar terkait pembentukan Perusahaan kaca terbesar di asia menghadirkan huru hara yang menghoyak-hoyak perasaan Masyarakat sekitar, dapat dilihat di berbagai media yang ada bagaimana pemerintah seakan memaksakan kehadiran perusahaan yang bermodalkan dari investor asing ini, tanpa memandang adat-istiadat yang lebih dahulu mendiami daerah tersebut.

“Diantara kekacauan yang terjadi banyak nya masayarakat yang terdampak bahkan dari segi pendidikan dimana anak-anak yang sedang menjalankan proses Pendidikan harus terkena dampak buruk Kesehatan dari lemparan gas air mata yang disebut tembakan nyasar ke sekolah nya, orang tua yang bahkan tidak seharus nya mendapatkan hantaman keras di wajah nya dari para aparat kepolisian pada saat kejadian sengketa,” katanya.

Baca Juga  Presiden Minta Jajarannya Siapkan Kebutuhan Gula Nasional

Hal- hal seperti ini yang secepatnya harus diselesaikan agar masyarakat mampu kembali percaya dengan pemerintah dan para kaki tangan nya. Kegagalan pemerintah dalam membangun sebuah alternatif solusi menganulir permasalahan negara ini ber-hulu pada kegagalan penimbangan dampak resiko yang harus ditanggung oleh para rakyat nya.

“Asas kemanusiaan yang di cetus kan pada sila ke-2 pancasila seakan-akan guyonan belaka bila hasil maksimal dari analisis masalah nya hanya sebatas memperluas dan mempermudah investor asing sebagai solusi dan fokus utama,”

Aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai dengan menerobos barikade kawat berduri hingga bakar ban oleh puluhan mahasiswa dari Aliansi BEM se-Bogor ini terus mendapatkan pengawalan dengan humanis dari pihak Polresta Bogor Kota dan TNI.

Baca Juga  KPU Kota Bogor Gelar Sosialisasi Bersama Unsur Media Se-Kota Bogor

Hingga akhirnya, perwakilan Istana Bogor melalui Komandan Komplek (Danplek) menemui masa aksi untuk mendengarkan tuntutan yang minta di sampaikan kepada Presiden Joko Widodo. (*)

Inilah tuntutan masa aksi dari Aliansi BEM se-Bogor :

Pos terkait