Respon terhadap perubahan iklim dilakukan melalui mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Beberapa program penataan kota yang disampaikan oleh Syarifah Sofiah di hadapan para mahasiswa internasional adalah pengelolaan sampah, limbah dan pemanfaatan lahan.
Kemudian program pembenahan transportasi, pembangunan pedestrian, Program Bogor Tanpa Kantong Plastik (si BOTAK), Naturalisasi Ciliwung,
Pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Program penurunan angka Stunting, Program Open Defecation Free (ODF), Pemanfaatan Lahan, Peningkatan Ruang Terbuka Hijau, Pengembangan Urban Farming dan Kampung Tematik.
“Jadi ini satu hal yang kalau membangun daerah ini yang menjadi tantangan yaitu mensinergikan antara tradisional dan kultur bagaimana membangun ekonomi tapi tetap kearifan lokal dan lingkungan terjaga. Jadi kalau kita lihat berbagai kota, berbagai daerah pasti akan mengutamakan ekonomi, tapi selain itu Kota Bogor tetap mempertahankan identitas karena tidak banyak kota yang memiliki identitas,” jelasnya.
Kota Bogor memiliki landasan dalam melakukan penataan yakni green city, smart city dan heritage city. Sekda mencontohkan bahwa Alun-alun Kota Bogor dahulunya merupakan area yang kini berubah menjadi ruang terbuka yang indah dengan background bangunan heritage Stasiun Bogor 1881.








