Ia menambahkan sebagai salah satu negara yang menerapkan program Pembangunan Alternatif, Indonesia meningkatkan kerja sama baik regional maupun internasional. Diantaranya ASEAN Senior Official on Drug Matters (ASOD) Alternative Development Working Group dan Expert Group Meeting on Alternative Development yang diadakan setiap tahun. Selain itu, Indonesia juga melakukan kerjasama bilateral bersama ONCB Thailand dan DEVIDA Peru terkait program Pembangunan Alternatif.
GDAD itu sendiri telah berlangsung di Indonesia sejak tahun 2016. Program ini telah mampu meningkatkan keterampilan hidup, dan kemandirian masyarakat serta pertumbuhan ekonomi melalui berbagai pelatihan. Melalui program tersebut, Indonesia berharap budidaya tanaman narkoba dapat berkurang, dan para mantan petaninya mendapatkan alternatif pengganti tanaman yang lebih produktif. (*)
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI








