Hasil dari KWT tersebut tidak hanya dipasarkan ke masyarakat luas, namun juga digunakan sebagai program untuk intervensi pengentasan stunting.
“Alhamdulillah dari 10 anak stunting saat ini tersisa lima dan seluruhnya itu rutin juga kita berikan telur dan sayur dari hasil KWT ini,” katanya.
Tak hanya itu, pelatihan yang diberikan dalam pengembangan perempuan ini kata Ita, juga dilakukan melalui berbagai pelatihan seperti tata boga, handicraft dan lainnya yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
“Sekarang perempuan-perempuan di sini, ibu-ibu sudah menciptakan peluang usaha sendiri, seperti tata boga, membuat produk dan bisa berdagang sendiri dari mendapatkan hasil melalui pelatihan,” katanya.
Seorang Pemilik W-win Colection yang juga menjadi pelatih pembinaan kepada 100 KK Binaan P2WKSS mengatakan dirinya sudah memberikan pelatihan kepada belasan perempuan yang kemudian secara bertahap disusul oleh peserta lainnya dalam membuat handicraft.
“Jadi di sini kami memberikan pelatihan secara gratis kepada ibu-ibu sehingga ibu-ibu ini memiliki penghasilan tambahan. Jadi saya awalnya kerja membuat kerajinan juga terus buka ini sendiri dan saya rekrut juga pegawai dan buka pelatihan gratis yang hasilnya juga mereka bisa menikmati,” katanya.
Untuk melihat perkembangan dan persiapan mengikuti lomba P2WKSS, Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor, Yane Ardian meninjau langsung ke lokasi pada Selasa (24/10/2023) siang.








