“Dan fokusnya adalah pertama ketertiban tidak boleh membiarkan kesemrawutan, parkir liar, tempat sampah yang tidak terangkut. Kedua, juga masalah-masalah sosialnya, setiap ada potensi orang dengan gangguan jiwa, masalah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan lain-lain itu. Jadi keamanan, kenyamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Setiap melakukan patroli Tim Tangkas ini menurunkan sekitar 15 hingga 20 personel. Tujuannya adalah untuk membangun sistem agar ketertiban Kota Bogor tetap terjaga.
“Jadi ini untuk memastikan setelah saya selesai jadi wali kota, Kota Bogor tetap tertib. Jangan sampai mundur karena ada Tim Tangkas. Kalau tim tangkas ini tidak ada lagi warga bisa mempertanyakan kepada PJ wali kota, silahkan nanti tanya mana tim tangkas yang dibentuk oleh Bima Arya,” ujarnya.
Saat melakukan patroli bersama Tim Tangkas Bima Arya menertibkan PKL buah yang berjualan di badan jalan menggunakan mobil dan menjajakan dagangannya di bahu jalan sehingga menghalangi pengendara yang melintas dan menimbulkan kemacetan.








