Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyampaikan bahwa pada penelitian ini merupakan bentuk kerjasama antara BNN , Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS), dimana dalam dua tahun terakhir angka prevalensi penyalah guna narkotika di Indonesia mengalami penurunan dari 1,95% pada tahun 2021 menjadi 1,73%. pada tahun 2023
” Penurunan angka prevalensi ini tidak lepas dari faktor keberhasilan program P4GN dengan strategi yang digunakan BNN melalui empat pendekatan yakni Soft Power Approach, Hard Power Approach, Smart Power Approach, dan Cooperation,” ucap Kepala BNN RI.
” Kalau kita lihat jumlah ini hanya menurun 0,22 poin tetapi kalau kita Iihat lagi ada lebih dari 300 ribu anak bangsa yang diselamatkan dari hasil penelitian kuantitatif. Dari segi Kualitatif apa yang dilakukan oleh BNN bekerja sama dengan stakeholder terkait banyak hasil real yang dilakukan,” tambahnya.








