Bogor Mengaji Terus Berlanjut, Ada Empat Ribu Warga Bebas Buta Al-Quran

Mengaji

“Infrastruktur bisa dibangun asal ada uangnya, yang susah itu membangun adab. Kalau Kota Bogor masih banyak sampah, banyak puntung rokok, kalau PNS mempersulit warganya dan kalau masih ada persoalan kemaksiatan itu pasti karena adab,” sebutnya.

Ia menerangkan, dirinya sebenarnya sedang melakukan pendidikan kepala daerah di Singapura. Awalnya ia enggan karena masa jabatannya sebentar lagi berakhir namun manusia itu makhluk pembelajar. Di Singapura ia pun belajar satu hal bagaimana sekarang Singapura jadi negara maju, lebih kuat dan hebat dari Indonesia.

“Penyebabnya karena memiliki integritas. Satu antara pikiran, perbuatan dan perkataan. Tidak saja dari pemimpinnya tapi juga dari warganya. Nyaris tidak ada kasus korupsi dan tidak ada yang buang sampah sembarangan,” katanya.

Baca Juga  Bogor Hejo Foundation Bantu Jaga Kelestarian Lingkungan

Ia menjelaskan, integritas ini yang paling sulit di ikhtiarkan di Indonesia. Di Kota Bogor ikhtiar untuk membangun manusia yang berakhlak dan berintegritas sudah banyak dilakukan. Mulai dari membangun sekolah dan pelatihan kepemimpinan. Namun ada satu ide atau gagasan yang dicetus Yane Ardian, yakni program Bogor Mengaji.

“Setiap wisuda Bogor Mengaji merinding tidak menyangka obrolan ini jadi kenyataan yang Insya Allah berkah. Ini mimpinya bu Yane supaya tidak saja bisa baca Al-Quran, tapi juga mengamalkannya,” terangnya.

Pos terkait