MAS SULTAN (Sistem Reklamasi Tambang yang Berdampak Sosial dan Berkelanjutan) merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat dari hulu ke hilir sekaligus membangun rantai nilai reklamasi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Program ini berbasis pada program pertanian terpadu (integrated farming) yang melibatkan kelompok petani, kelompok peternak serta kelompok perempuan dari empat desa (Desa Lulut, Desa Nambo, Desa Kembangkuning dan Desa Nambo) di sekitar area operasional SBI Pabrik Narogong. Dalam prosesnya, mereka diberikan pemahaman serta pelatihan mengenai sistem agroforestry, penggemukan sapi, pengolahan produk turunan atsiri, pemanfaatan lahan kritis dengan budidaya sorghum serta pemanfaatan mikoriza pada media tanaman di lahan reklamasi.
Sedangkan program transisi energi berkelanjutan telah memiliki roadmap pengurangan CO2 yang bertujuan untuk mensubstitusi penggunaan energi dari bahan bakar fosil yaitu batubara, dengan energi baru dan terbarukan dari limbah industri dan domestik termasuk sampah perkotaan. Program ini diharapkan mampu untuk membantu menurunkan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) serta efisiensi dalam penggunaan panas pada proses produksi semen.








