Ketua Panitia Hari Relawan Internasional 2023, yang juga Direktur Eksekutif lembaga kemanusiaan Indonesia CARE Lukman Azis Kurniawan mengatakan, selain alusista dan virtual reality kebencanaan, kegiatan ini juga mengadakan voulenteer expo, workshop, seminar, serta lelang amal lukisan untuk Palestina. Simulasi langsung maupun dengan teknologi Virtual Reality tentang kebencanaan, voulenteer camp dan kegiatan donor darah. Alusista di sini bukan singkatan alat utama sistem senjata, melainkan alat utama sistem ketangguhan bencana, yang disebut alusista bencana.
“Di sini kita buka virtual bencana yang bisa merasakan goncangan dan situasi bencana dengan bencana yang ada di Indonesia, seperti bencana aslinya, gempa bumi, tsunami, banjir, hingga kebakaran agar masyarakat yang diedukasi bisa merasakan simulasi dasyatnya bencana, dan penanganannya, dan lebih mengenal peralatan bencana,” katanya.
Ribuan relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan ini tergabung dalam wadah Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (Squad PBI). Ketua Squad PBI, Subur Rojinawi, menyampaikan, organisasi relawan rutin setiap tahun mengadakan peringatan hari relawan internasional.
Bogor sendiri dipilih sebagai lokasi peringatan Hari Relawan Internasional’l 2023 karena lokasinya yang berdekatan dengan ibukota Jakarta dan menjadi daerah penyangga paling rentan terhadap potensi bencana.
“Tiga tahun berturut-turut kita selenggarakan berupa apel relawan di Cibubur. Tahun ini sesuai arahan BNPB konsepnya kita ubah menjadi lebih edukatif dan melibatkan peranserta masyarakat,” jelas Subur.








