Pembangunan ulang jembatan yang sebelumnya telah berdiri dari zaman kolonial Belanda itu menggunakan dana bantuan Provinsi Jawa Barat senilai Rp52 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp49 miliar untuk pembangunan konstruksi. Pembangunan berjalan selama sembilan bulan mulai dari April-Desember 2023.
Kadis PUPR Rena Da Frina menyatakan bangunan Jembatan Otista yang baru, didesain dapat bertahan hingga 80 tahun sampai 100 tahun lamanya. Jembatan ini juga dirancang untuk dapat menahan beban dan getaran moda transportasi trem.
Pelengkung yang semula penopang badan Jembatan Otista kini akan difungsikan sebagai objek wisata baru warga kota hujan itu.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto didampingi Kadis PUPR Rena Da Frina Minggu (17/12), telah mengadakan selamatan bersama warga sekitar karena Jembatan Otista yang baru telah lolos uji beban. Kini peresmian penggunaan Jembatan Otista menunggu diresmikan presiden Jokowi.
Menurut Atang, jalur SSA yang mengelilingi Istana Bogor tempat kediaman Presiden Jokowi saat ini dan beberapa presiden sebelumnya perlu ditata sampai beres, agar aktivitas di sepanjang jalur tersebut semakin lancar.








