Lebih lanjut, Atang menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan harus dilanjutkan. Permasalahan PPDB salah satunya terjadi karena tidak seimbangnya jumlah sekolah negeri di tiap kecamatan.
“PR selanjutnya adalah menyediakan sekolah di wilayah-wilayah yang masih kosong. Pembangunan infrastruktur pendidikan harus dilanjutkan. Baik dalam bentuk sekolah baru maupun perbaikan sekolah yang rusak. DPRD sudah meminta Disdik membuat perencanaan. Harapannya tiap tahun kita bisa membangun satu sekolah baru. Kita ingin pastikan semua anak kota Bogor menamatkan sekolah minimal SMA”, jelas Atang.
Setelah melakukan peresmian gedung, Atang bersama Bima dan warga sekitar mengelilingi bangunan sekaligus melihat fasilitas yang ada.
Diketahui, pembangunan sekolah satu atap memakan biaya Rp34,17 miliar yang dianggarkan dari tahun 2020 sampai 2023.








