Dengan diajak dalam pembahasan membuat perencanaan, meninjau langsung kondisi lapangan dan mendapat mentoring langsung dari Wali Kota Bogor yang juga pembina Project 100, ia bisa mendapatkan ilmu bagaimana proses melakukan penataan kota.
“Seperti penataan kolong jembatan pak Wali sangat detail dan teknis sekali. Hal-hal yang dibahas itu dari hal sederhana sampai hal besar. Kita juga tahu bagaimana penataan PKL, penataan ruang terbuka di Alun-alun dengan konsep 70:30, artinya 70 persen ruang terbuka dan 30 persen boleh ada bangunan,” katanya.
Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University ini pun mengaku sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti Project 100 sehingga bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasannya.
“Karena ini kesempatan emas saya untuk bisa belajar langsung soal pemerintahan dan turun langsung bersama Kang Bima, menemani Kang Bima, kita bisa melihat belajar dan mendapat ilmu serta pengalaman dan kita juga bisa memberikan ide, masukan, gagasan, inovasi, action dan sesuatu yang strategis untuk kemajuan Kota Bogor di 100 hari kepemimpinan Kang Bima,” ujarnya. (*)








