Untuk pelayanan dasar kesehatan, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor sudah sangat luar biasa, namun kata Bima Arya itu semua tidak cukup, sehingga akses kesehatan perlu didekatkan ke wilayah hingga ke tempat tinggal warga.
“Jadi ke depan siapapun wali kotanya harusnya puskesmas lebih ditingkatkan lagi di wilayah,” ujarnya.
Mengenai pendidikan, saat ini Kota Bogor sudah membangun sekolah satu atap dan akan dilanjutkan pembangunan SMPN di wilayah Bogor Utara di Kelurahan Cimahpar.
Selain itu, dari sisi pengembangan perekonomian, kawasan Bogor Utara menjadi andalan dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor, karena wilayah ini menjadi titik favorit bagi para pengembang properti serta kafe dan resto.
Namun, itu semua perlu diatur sesuai tata ruang agar tidak semrawut, baik dari sisi infrastruktur permukiman, akses jalan serta fasilitas umum dan fasilitas sosial yang harus diserahkan kepada pemerintah.
“Jadi infrastruktur harus dikebut mengimbangi pertumbuhan pemukiman, perbaikan akses jalan ke pemukiman ke pemukiman menjadi penting. Jadi jangan sampai tata ruangnya sporadis,” jelasnya.
Untuk akses jalan R2, kata Bima Arya bisa saja dilakukan percepatan pembangunan dengan konsolidasi bersama para pengembang sehingga bisa juga membangun jalan di lahannya masing-masing seperti yang dilakukan di wilayah Bogor Selatan.
Hal penting lainnya yang juga diusulkan oleh warga dalam Musrembang ini adalah antisipasi banjir lintasan karena adanya desain saluran air di jalan nasional yang tidak optimal menjadi daerah tangkapan air dan juga penumpukan sampah dan lainya.








