“Ini mirip dengan wilayah di Bogor Utara. Jadi PR dari Tansa ini memberikan atensi kepada hal-hal yang menjadi karakter dari ke-khas-an perbatasan tadi. Dan saya juga sepakat dengan topik ini yakni SDM dan pelayanan dasar yang memang harus dibenahi ke depan,” katanya.
Ia menuturkan, hal pertama yang mendesak dan perlu dibenahi yakni infrastruktur permukiman. Infrastruktur permukiman ini harus selaras dengan pengembang properti, perencanaan jalan-jalan, penyelesaian dan serah terima fasos-fasum yang kerap bermasalah.
“Terkait fasos-fasum ini harus ada yang mengurus secara khusus, kalau tidak nanti warga akan merasa tidak diperhatikan,” jelasnya.
Kedua, lanjutnya yakni transportasi. Dinas Perhubungan (Dishub) harus menjangkau wilayah ini. Mulai dari rerouting angkot dan rute Biskita agar semuanya bisa terlayani sampai pelosok. Ketiga yakni air bersih. Ia ingin kualitas sambungan air bersih sama dengan yang ada di pusat kota.








