Saat ini lanjut Yudi, pihaknya sudah memesan 30 ton beras Bulog dan dikonfirmasi akan tiba 10 ton beras Bulog dengan kualitas medium pekan ini.
“Insya Allah minggu ini 10 ton, baru sisanya nyusul. Untuk beras premium saat ini harga sekarang kita jual ikut HET (Harga Eceran Tertinggi) pemerintah Rp 13.900 per kilogram. Di kemasan itu belakangnya ada tulisanya harga Rp 13.900 per kilogram,” ujarnya.
Karena ketersediaan saat ini masih terbatas, pihak mal pun membatasi pembelian hanya boleh 1 kemasan dengan isi 5 kilogram per konsumen untuk mencegah adanya trader.
“Karena kalau dibeli oleh trader nanti mereka jual lagi, kita nggak mau end user kita kehabisan barang. Karena memang sebelumnya sempat kosong satu dua hari,” ujarnya.
Terkait kebijakan pembatasan pembelian beras juga diakui oleh pembeli hampir di mal-mal yang Ia dikunjungi.
Lia warga Kelurahan Katulampa sudah berkeliling ke tiga mal untuk membeli beras dan kebijakan mal yang dikunjunginya pun sama membatasi pembelian 1 kemasan satu konsumen.
“Saya sudah ke beberapa supermarket, di setiap supermarket cuma boleh beli 1 dibatasi hanya 5 kilogram. Saya satu rumah ada 5 orang, kan ini mau puasa juga, saya biasanya satu bulan 6 kantong isi 5 kilogram atau 30 kilogram” ujarnya.








