Untuk keperluan air minum, warga biasanya menggunakan air sumur yang ada di rumah masing-masing.
“Tapi, masalahnya kalau musim kemarau air sumur warga juga sering kering airnya, kecuali musim hujan seperti saat ini baru ada airnya,” tukasnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya bernama Abay, yang mengeluhkan penyaluran air dari Mayora yang jam-jaman. Dia juga mengaku hanya menggunakan air yang disalurkan melalui pipa dari pabrik Mayora itu sebagai MCK.
“Airnya tidak layak minum. Dialirkannya juga jam-jaman. Jam 7 ada jam 8 sudah habis. Untuk saat ini lagi musim hujan sehingga kita bisa memanfaatkan air sumur kita sendiri,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa air yang dialirkan dari Mayora itu terkadang agak hangat. “Airnya terkadang hangat, takut juga untuk menggunakannya sebagai air minum,” tukasnya.








