Bima Arya mengatakan, Cap Go Meh itu hiburan bagi masyarakat tak terkecuali warga dari luar Kota Bogor yang datang jauh-jauh menikmati Cap Go Meh sampai malam hari. Di Cap Go Meh juga ada anak-anak yang berjuang dan berlatih barongsai selama berbulan-bulan setiap harinya.
“CGM itu inspirasi ketika ribuan orang bisa tertib menonton, CGM itu karakter warga bogor seasli-aslinya. Karena DNA warga Kota Bogor itu cinta keberagaman dan mengutamakan kebersamaan,” kata dia.
Bima Arya menuturkan, ketika 2016 Kota Bogor di cap sebagai kota intoleran, ia benar-benar tidak rela dan ikhlas. Karena seluruh leluhur Kota Bogor mencontohkan kebersamaan dalam keberagaman. Namun, memang faktanya ada kelompok intoleran dan ada praktik intoleran.








