Kota Bogor Deklarasi Geber Si JUMO Dan Jamilah

Bogor

Syarifah mengingatkan kasus DBD di Jawa Barat termasuk Kota Bogor angkanya tinggi, tidak hanya orang tua yang terkena DBD dan TBC, anak-anak pun ada yang terkena bahkan sampai memakan korban jiwa.

Kondisi Kota Bogor, berdasarkan data triwulan I tahun 2024, kasus DBD tercatat 2.138 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 14 jiwa. Untuk TBC tercatat 3.100 kasus, 546 diderita anak-anak, meninggal 312 dan sembuh sebanyak 4.646 dengan evaluasi dalam 6 bulan sehingga sebagian pengobatan masih berproses dan terus dimonitor.

Sebagai perbandingan pada tahun 2023 data menunjukkan DBD tercatat 1.474 kasus dengan kematian sebanyak 9 jiwa. Untuk TBC ada 9.194 kasus, 1.707 diderita anak-anak, angka kesembuhan sebesar 5.968 dan kematian sebanyak 271. Untuk stunting ada penurunan, awalnya di angka 2.100-an sekarang di angka 1.700-an.

Baca Juga  Pemkot Bogor Bersama KPK Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi

“Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) awalnya 18,7 persen menjadi 18,2 persen, sedangkan target nasional ada di angka 14 persen,” katanya.

Untuk DBD, upaya yang telah dilakukan dengan membentuk tenaga-tenaga untuk melakukan fogging.

Sementara untuk stunting, upaya lain pengurangan adalah mengurangi keluarga-keluarga risiko stunting, diantaranya ibu hamil termasuk wanita-wanita anemia. Kecenderungan akan melahirkan anak anak stunting, salah satunya pemberian tablet penambah darah dan kegiatan lain yang bisa mengurangi risiko penambahan stunting.

Pos terkait