SANGA.ID. Kejahatan narkotika sebagai jenis kejahatan transnasional terorganisir yang memanfaatkan perbedaan sistem hukum dan kelemahan pengawasan perbatasan menjadi ancaman serius bagi banyak negara. Berbagai upaya kerja sama melalui peningkatan kapasitas aparat penegak hukum kerap dilakukan, namun belum nampak memberikan pengaruh yang berkelanjutan karena tidak adanya keseragaman atau standardisasi pelatihan dalam satu kawasan.
Atas dasar hal tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menyelenggarakan training of trainer (TOT) bagi akademi pelatihan penegak hukum di kawasan Asia Tenggara dan Mongolia.
Pelatihan yang diikuti oleh dua puluh delapan peserta dari Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Mongolia tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 19 hingga 30 Agustus 2024, di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Jawa Barat.








