Terkait kedatangan Dokter Rayendra ke DPD Golkar, Rusli mengatakan bahwa ini bentuk silaturahmi dan memang partai Golkar tidak membuka penjaringan bakal calon Walikota. Tetapi, sejumlah tokoh yang akan maju di Pilwalkot, membangun komunikasi intensif dengan Partai Golkar. Selain itu, tambah Rusli, ternyata Dokter Rayendra itu diketahui sudah menjadi kader Partai Golkar.
“Dokter Rayendra ini berproses di DPP dan sudah menjadi kader Partai Golkar, karena sudah memiliki KTA. Jadi, kalau Dokter Rayendra hari ini kesini, memang sudah tepat sebagai kader Golkar,” imbuhnya.
“Iya tadi disampaikan ingin maju sama-sama dari Golkar. Nanti akan ada waktu dari DPP, karena masih ada nama saya. Walaupun mungkin sudah menjadi kader Golkar ada nama pak dokter nanti tinggal DPP menentukan kepada siapa yang berpasangan dengan siapa terlebih dengan konteks KBM yang sudah terbentuk juga kita laporkan, sehingga nanti DPP dalam waktu dekat bisa memberikan keputusan untuk Pilkada. Kami fatsun atas instruksi atas keputusan DPP nanti,” tambahnya.
Rusli juga menilai bahwa Dokter Rayendra merupakan figur yang baik dan siapapun yang akan diusung oleh Golkar sah saja, tetapi tentu ada mekanisme. “Kalau saya mengenal Dokter Rayendra merupakan sosok yang baik, siapapun pilihan politiknya sah sah saja apalagi saya selaku ketua DPD golkar Kota bogor, siapapun yang tergabung dengan golkar silakan saja, tetapi di sini tentu ada mekanisme yang harus jelas bahwa tidak ada hal hal lain, cukup hanya satu dan tentunya pak dokter sudah paham,” tandasnya.








