Kedua, belum memadainya Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata, industri, dan masyarakat, baik dalam jumlah maupun kualitas.
Ketiga, masih rendahnya infrastruktur berkaitan dengan aksesibilitas dan atraksi pariwisata yang mendukung pergerakan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus).
Keempat, masing-masing kementerian/lembaga memiliki masterplan sektoral. Begitu juga dengan daerah yang memiliki masterplan tersendiri.
Mencermati hal-hal tersebut, Pemerintah Indonesia, khususnya Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan Pemerintah Swiss (The Swiss State Secretariat for Economic Affairs – SECO) untuk penyusunan Rencana Induk Terpadu Pariwisata Terpadu (Integrated Tourism Master Plan – ITMP) untuk lokasi wisata Labuan Bajo – Flores, Bromo-Tengger-Semeru (BTS), dan Wakatobi.








