Kemendagri Tekankan Pentingnya Capital Investment Planning Dalam Pertumbuhan Kota

Kemendagri
Keterangan foto: Dirjen Bina Bangda Restuardy Daud

Pada kesempatan tersebut, Restuardy juga memberikan perhatian khusus terhadap tantangan pembangunan perkotaan dan perlunya penyesuaian infrastruktur terhadap kondisi serta karakteristik masing-masing. “Contohnya Kota Semarang harus meningkatkan elevasi bangunan di bagian utara untuk mengantisipasi penurunan muka tanah, Kota Balikpapan perlu menyesuaikan prasarana sebagai kota penyangga IKN, Kota Denpasar harus mempertimbangkan ketersediaan lahan yang semakin sempit, dan Banjarmasin harus mengatasi polusi air sungai dan ketersediaan air bersih,” ujarnya.

Workshop ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi optimalisasi fasilitasi penerapan CIP dan sinergi ke depan. “Dengan perintegrasian CIP dalam dokumen perencanaan, Pemda akan memiliki instrumen yang efektif dalam perencanaan kota,” pungkas Restuardy.

Baca Juga  Kemendagri: Sinergi Pemda Dan TNI Diperlukan dalam Tahapan Penyusunan Dan Penetapan RTR

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kota pilot NUDP, yang diharapkan dapat melanjutkan implementasi CIP secara mandiri dengan dukungan fasilitasi dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Workshop ini juga menjadi ajang untuk menerima masukan demi penyempurnaan aplikasi CIP yang diharapkan dapat mendukung pembangunan kota yang lebih baik di masa depan. (*)

Pos terkait