“Total sasaran 29 KRS (Keluarga Rawan Stunting) yang terdiri dari 22 baduta, 2 ibu pasca salin dan 5 ibu hamil. Dari total sasaran 29, kemudian dikaji kembali oleh tim pakar yang terdiri dari Ahli Gizi, Psikolog, Dokter Spesialis Anak dan juga Dokter Spesialis Kandungan sehingga didapati 6 sasaran, yang kondisinya memerlukan intervensi lebih serius di tingkat Kota Bogor,” ucap Anas.
Selain itu, dengan dilaksanakannya Diseminasi Aksi I Tahun 2024 ini, Anas berharap narasumber/tim pakar dapat memberikan rekomendasi atau rencana tindak lanjut agar sasaran AKS yang sudah terdata dalam laporan awal hasil kunjungan lapangan AKS I ini mendapat intervensi yang tepat.
Pihaknya meminta seluruh OPD dapat menindaklanjuti dan mengintervensi balita stunting atau KRS tersebut sesuai dengan tupoksi OPD masing-masing. Anas menekankan, penanganan dan pencegahan yang dilakukan kepada Balita Stunting dan Keluarga Berisiko Stunting sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan.








