“Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan, seperti biomasa, tenaga surya, angin, dan hidro. Dengan dukungan inovasi teknologi dan kebijakan yang tepat, transisi energi ini tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja yang lebih hijau,” jelas Widi. Beliau juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemuda, masyarakat, akademisi, praktisi, pemerintah dan media untuk mempercepat transisi menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.
Imroatul Mukhlishoh, Asisten Program Ekosistem Pertanian KEHATI, membahas tantangan dan strategi ketahanan pangan di Indonesia. Ia menyoroti bahwa ketahanan pangan menjadi semakin krusial di tengah dampak perubahan iklim, yang mengganggu produksi pangan dan mengancam ketersediaan sumber daya.
“Untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, kita harus menerapkan praktik pertanian yang ramah iklim, mengintegrasikan teknologi, dan memberdayakan petani lokal. Hal ini akan memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Imroatul. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif pemuda, sangat diperlukan dalam menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh di masa depan.
Tentang IYCA & KISUCI








