“Dengan menjadikan budaya K3 sebagai nilai yang utama dan melekat dalam operasional bisnis perusahaan, kami tidak hanya bertujuan untuk memenuhi standar yang berlaku, tetapi juga merupakan bagian penting dari strategi bisnis untuk melindungi karyawan, meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional untuk bisnis yang berkelanjutan “, tutur Istifaul Amin.
Keberhasilan SBI Pabrik Narogong dalam meraih dua penghargaan K3 kali ini tidak lepas dari berbagai program dan inisiatif yang melibatkan peran aktif seluruh karyawan, mulai dari level staf hingga manajemen perusahaan seperti pelaksanaan pelatihan berkala yang mencakup beberapa aspek seperti identifikasi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur tanggap darurat serta pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di dalam pabrik maupun di lingkungan masyarakat sekitar.
“Budaya K3 adalah sesuatu yang harus kita bangun bersama, dan itu dimulai dari komitmen setiap individu di perusahaan ini. Dengan demikian, kita dapat mendorong praktik-praktik kerja yang aman dan nyaman sesuai dengan arahan kebijakan K3 SIG untuk mencapai target nihil kecelakaan di seluruh operasional perusahaan”, tutup Istifaul Amin.








