“Terkait pasar tanah baru ini hidup segan mati tak mau. Ini kenapa dijadikan pasar basah. Kalah sama jambu dua, harga gak mungkin lebih murah. Ini harusnya dijadikan pasar tematik. Itu dekat dengan pesantren. Jadi pedagang yang ada di pinggir jalan pesantren itu dipindahkan ke dalam pasar. Tiap malam selasa itu ramai sekali karena ada pengajian,” tegasnya.
ASB juga meminta kepada jajaran direksi Perumda PPJ untuk menyampaikan catatan dan data capaian laba dan dividen dari 10 tahun terakhir. Sebab hal tersebut nantinya akan menjadi landasan bagi Komisi II DPRD Kota Bogor untuk menentukan target pendapatan bagi Perumda PPJ.
“Jadi dari tren 10 tahun itu kita bisa proyeksikan kedepannya akan seperti apa. Kami ingin teman-teman di Perumda PPJ inu keluar dari zona nyaman agar bisa mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi melalui target yang kita tetapkan,” pungkasnya.
Menjawab hal tersebut, Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin menyampaikan bahwa jajaran direksi Perumda PPJ akan bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan kontribusi untuk APBD Kota Bogor.
“Kami berterimakasih kepada komisi II yang selalu memberikan perhatian kepada Perumda PPJ untuk bisa menjadi lebih baik lagi dan sebagai mitra kerja tentu kami akan mengoptimalkan kinerja dari masukan-masukan yang diberikan,” katanya.
Terkait dengan Pasar Tanah Baru, Jenal menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah membuat konsep yang baru. Ia berterimakasih kepada ASB yang telah memberikan masukan, sehingga kedepannya melalui tim pengembangan akan segera dicarikan formulasi yang tepat untuk pengembangan Pasar Tanah Baru.








