Faktor pertama, rasio elektrifikasi Kota Bogor telah mencapai 99,99 persen. Dengan masifnya program BPBL yang menyasar kurang lebih total 150 ribu rumah yang tersebar di 36 provinsi, maka capaian RE akan meningkat, baik bagi Kota Bogor, Jawa Barat, maupun secara nasional.
Faktor kedua berkaitan dengan konteks penanganan kemiskinan. Hery mengatakan program BPBL mencakup keseluruhan strategi penanganan kemiskinan karena dapat mengurangi beban masyarakat. Dengan mengakses program BPBL secara gratis, secara langsung ini sangat berkaitan dengan penanganan kemiskinan dan stunting.
Melalui penyambungan listrik, secara otomatis akan meningkatkan kualitas kawasan perumahan yang kurang layak atau yang perlu mendapat perhatian, menjadi bagian dari strategi peningkatan pendapatan. Dengan adanya listrik di rumah, warga dapat meningkatkan produktivitas karena bisa melaksanakan aktivitas di malam hari.








