Bismo menjelaskan bahwa hasil panen dapat dinikmati oleh kelompok tani setelah masa tanam sekitar empat bulan. Kelompok tani akan memutar hasil ekonomi tersebut sehingga pemanfaatan lahan dapat berkesinambungan.
Lahan ini, menurut Bismo, merupakan aset milik Pemkot Bogor. Namun, ke depannya, pemanfaatan lahan untuk menjadi lebih produktif tidak harus terbatas pada tanah milik pemerintah.
“Kami akan melanjutkan pencarian tanah-tanah lain yang tidak produktif atau kurang produktif untuk dioptimalkan bersama demi kebaikan masyarakat dan ketahanan pangan,” kata Bismo.
Ia juga mengatakan bahwa tanaman yang ditanam nantinya tidak hanya jagung, tetapi akan disesuaikan dengan jenis lahan yang ada. Program ini sekaligus mendukung penyediaan makanan bergizi gratis bagi siswa di sekolah.
“Yang utama adalah memberdayakan lahan yang kurang produktif agar menjadi produktif. Kemudian, hasil ekonominya digunakan oleh kelompok tani. Kelompok tani ini nantinya bisa menyuplai dapur umum milik Pak Dandim atau Badan Gizi Nasional,” jelas Bismo. (*)








