“Target kita adalah mencegah anak usia di bawah dua tahun yang berisiko stunting agar tidak melampaui masa golden period pertumbuhan otak,” ucapnya.
Lebih lanjut, Syarifah menyampaikan bahwa program ini akan dievaluasi secara berkala, dengan penimbangan berat badan pada bulan Desember mendatang. Evaluasi ini akan menjadi indikator keberhasilan program sekaligus acuan untuk menentukan langkah berikutnya.
“Kita sudah menurunkan angka stunting dari 18,7 persen menjadi 18,2 persen dalam dua tahun terakhir, melalui program bantuan ini diharapkan dapat menekan angka tersebut lebih jauh,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan dari para mitra yang telah berkontribusi agar kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas dengan melibatkan banyak pihak. Melalui pendekatan berbasis data by name by address, target zero new stunting di Kota Bogor diharapkan dapat tercapai dalam waktu dekat.
Di lokasi yang sama, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari, menyampaikan laporannya bahwa di Kecamatan Bogor Barat terdapat 64 baduta yang menjadi sasaran program ini.








